Kumpulan Pusi Buat Ibu Tercinta

Pusi Buat Ibu Tercinta – Ibu adalah sosok yang amat berarti buat kita. Beliau adalah malaikat tak bersayap yang tidak mengenal kata lelah dalam mengasuh kita, dari sejak kita ada di dunia hingga kita beranjak dewasa bahkan seumur hidup ibu dihabiskan untuk memperhatikan kita. Sesungguhnya tak ada yang setimpal untuk membalas jasa jasa ibu, materi seberapapun juga tak sanggup membayar jasa ibu selama ini.

Namun kita bisa sekedar membuat hati ibu senang dengan puisi-puisi cinta kasih.

Ya, seorang ibu sebenarnya tidak perlu hadiah yang besar atau mahal. Cukup dengan kita berbuat baik dan mengikuti perintah ibu, maka ia sudah senang. Tapi dengan memberikan sebuah puisi kepada ibu, setidaknya kamu bisa menghibur hatinya.

Apalagi jika sekarang ibumu sedang dilanda sedih. Maka pas banget momennya.

Tapi puisi-puisi bertema Ibu disini, tidak hanya untuk menghibur ibumu yang sedang sedih. Bahkan puisi-puisi di sini bisa kamu berikan kepada ibumu pada saat kapan pun.

 

Kumpulan Pusi Buat Ibu Tercinta

Contoh Kumpulan Pusi Buat Ibu Tercinta

Kumpulan Pusi Buat Ibu Tercinta

Kamu Adalah Malaikatku

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Wanita baik berhati baja
Wanita yang hidupnya hanya untuk kami.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Aku lahir dari rahimmu
Keluar dari jasadmu.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Wanita yang ada disetiap malamku
Mendoakan malamku.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Saat aku tersenyum kau ada
Saat aku menangis kau juga ada.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Dari merah aku sudah merasa cintamu
Cintamu untukku yang membuatmu berani.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Engkau berani raib untukku
Engkau mau berkorban nyawa untukku anakmu ini.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Seorang hawa yang tuhan kirim untuk menjagaku
Engkau tiada putih juga tiada sayap.

Ibu Aku Rindu

Ibu, kerinduanku sebesar gunung

Sudah bertahun-tahun aku tak menemuimu.

Rasanya seperti berabad-abad tak berjumpa denganmu.

Maafkan, anakmu ini masih merantau jauh, ke belantara kota.

Bunda, belantara kota tidak ramah seperti di desa.

Di sini aku mengabdi pada waktu dan tenaga.

Hampir tidak ada waktu untuk bersenda gurau

Sebagaimana dulu kita masih hidup satu atap.

Aku rindu suaramu, bunda. Aku rindu belaian tanganmu

Mengusap dahiku yang payah.

Aku rindu masakanmu ibu

Meski sederhana, tapi sudah cukup

Menghilangkan lapar tubuh dan jiwaku.

Bunda, aku tuliskan sajak ini untuk mengenangmu

Untuk mengingatmu di kala aku bosan

Pada ketidakramahan kota.

Bunda, ingin sekali kutemui dirimu

Kubacakan sajak-sajakku untukmu.

Kuharap engkau di desa masih tetap sehat

Dan selalu menunggu anakmu ini.

Ibu Pejuangku

Dulu kau yang gagah

Sekarang bungkuk dan cepat lelah

Dulu kau yang kuat

Sekarang tua dan melemah

Dirimu tak banyak bicara

Bau keringat jadi buktinya

Banting tulang, menjemur dada

Mega merah adalah peraduannya

Bapak, dialah pejuangku

Dan lelahnya adalah perjuanganku

Wanita Miskin Itu

Wanita miskin itu
Yang memakai sendal jepit
Yang menjadi babu orang
Dia ibuku

Wanita miskin itu
Yang setiap hari bertemankan keringat
Yang tiada lelah menyeret kaki
Dia ibuku

Wanita miskin itu
Yang setiap gelap terlelap lelah
Yang setiap fajar bangun
Dia ibuku

Wanita miskin itu
Dia mencari nasi untukku dan adikku
Dia wanita terkuat
Tiada rasa lelah menghampirinya

Wanita miskin itu
Dia cahayaku
Dia menyinariku dari kesendirian
Dia berjuang darah untukku

Wanita miskin itu
Tiada pernah ia mengeluh
Ia yakin tuhan membahagiakannya
Dengan cara yang berbeda.

Wanita miskin itu
Dia tidak cantik tapi hatinya indah
Dia seorang wanita biasa
Yang memiliki cerita hidup yang luar biasa.

Wanita miskin itu
Wanita itu tidak kaya
Tidak juga fakir
Karena hatinya begitu hebat.

Wanita miskin itu
Kudoakan ia selalu
Malam dan siang menjadi saksi bagaimana ia menangis
Kelaparan hingga lapar merenggutnya.

Ibu Aku Merindukanmu

Ibu aku sangat merindukanmu
Ingin rasanya memelukmu
Mencium aroma tubuhmu
Mendekapmu dalam sayang.

Ibu aku sangat merindukanmu
Ingin kupandang wajahmu
Ingin kusentuh jemarimu
Ingin kukatakan aku sangat sayang padamu.

Ibu aku sangat merindukanmu
Disini aku selalu mengisi hatiku dengan tabah
Kujadikan setiap rindu airmata.

Ibu aku sangat merindukanmu
Ingin ada di dekatmu
Merasakan sayangmu
Merasakan hangatmu.

Ibu aku sangat merindukanmu
Disini aku berkutak dengan sakit
Ingin rasanya aku menyusulmu
Ingin rasanya aku bersamamu di putih surga.

Ibu aku sangat merindukanmu
Tuhan dengarkanlah ini
Dengarkanlah bisu ini
Dengarkanlah sayatan rindu ini.

Ibu aku sangat merindukanmu
Semoga nanti kita bisa bertemu kembali
Berjanji untuk selalu bersama di kehidupan setelah mati.

Ibu Kau Menguatkanku

Aku tak bisa berkata
Rasa syukur ini
Setiap hari setiap waktu
Kau habiskan bersamaku

Peluk dan cintamu menuntunku
Bijaksanamu membangunkanku

Cintamu tak pernah surut
Ketika aku lemah,
Kau selalu menggenggam tanganku
Agar aku kuat menjalani hidup

Terimakasih bu,
Kau selalu menataku
Mengarungi waktu demi waktu
Kau selalu terjaga
Hingga sampai kini

Kau selalu membenarkan kesalahanku
Kau selalu mengembalikanku menuju kebeneranan
Maafku selalu kau terima
Hingga aku tak bersedih
Terimakasih Bu

Ibu Tak Pernah Beristirahat

Di atas tempat tidurku
Kau mengasihi
Di dapur,
Kau koki terbaik
Di mana-mana
Kau dokter terhebat
Tak pernah beristirahat

Di luar,
Kau melatihku
Di taman,
Kau pelindungku
Di sekolah,
Kau penjagaku
Tak pernah beristirahat

Aku tak pernah menyadari
Semua yang kau lakukan
Banyak sekali,
Kini izinkan aku,
Mengatakan cinta padamu
Cinta yang sangat tulus

Terimakasih atas semuanya, Bu
Kerja keringatmu di setiap waktu
Merawat dan menjagaku
Tak pernah lelah

Ibu Aku Mengerti

Ketika aku kecil,
Ketika aku muda,
Aku tak pernah mengerti
Dengan semua yang kau tuturkan

Aku tak pernah mengerti
Atas semua pengorbananmu
Kau memberikan pelajaran hidup
Hingga aku tumbuh dewasa

Tapi aku mengerti
Sejak awal cintamu tak berujung
Dari dalam lubuk hatimu

Aku ingin meyakinkan
Bahwa aku menghargaimu
Atas semua yang kau beri
Aku sayang Ibu

Puisi Ibu yang sudah Meninggal

Bunda, ketika engkau sudah tiada, aku merasa sendiri di dunia ini.

Meski banyak orang yang aku kenal, tapi hatiku tetap merasa kosong.

Ibu, anak lanangmu ini merindukan suaramu.

Engkau adalah perempuan pertama yang kukenal ketika aku melihat dunia.

Engkau adalah perempuan pertama yang mencintaiku segenap jiwa.

Demi waktu, aku merasa rugi tidak bisa membahagiakanmu

Aku belum memberangkatkan engkau ke tanah suci,

Padahal engkau begitu merindukan tanah suci itu.

Oo, ibuku, bundaku, perempuan terkasihku, aku mohon maaf

Jika selama ini telah banyak berbuat dosa kepadamu.

Aku ingin sekali bersimpuh di kakimu,

Aku ingin sekali mencium keningmu,

Aku ingin sekali mengucapkan kata-kata rindu.

Meski kini engkau sudah tiada, tapi aku yakin

Bahwa engkau terus mencintaiku, menyayangiku selamanya.

Jasamu ibu

Jasamu teramat besar untukku
Engkau rela gantung nyawa saat mengeluarkanku
Darah dan lelahmu menjadi saksi biru hebatnya cintamu.

Sampai menjadi abu sekalipun
Kutetap tiada bisa membayar lunas jasamu
Engkau terlalu besar berkorban untukku.

Wahai ibu maafkan aku
Aku berbuat salah
Aku menyakiti hatimu dengan tingkahku
Aku minta maaf ibu.

Engkau adalah segalanya untukku
Gunung uang tidak akan bisa membelimu
Tidak, tidak ada materi yang bisa menukarmu.

Ibu jika nanti aku sukses
Aku berjanji akan membahagiakanmu
Tidak akan aku biarkan hidupmu merana
Akan kujaga kau hingga ujung nyawaku.

 

Tags: , ,

Kumpulan Pusi Buat Ibu Tercinta | Icha Vio | 4.5